{"id":15891,"date":"2026-07-31T09:40:42","date_gmt":"2026-07-31T09:40:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/?post_type=posts&#038;p=15891"},"modified":"2026-07-31T09:40:49","modified_gmt":"2026-07-31T09:40:49","slug":"single-girder-overhead-crane-installation","status":"publish","type":"posts","link":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/posts\/single-girder-overhead-crane-installation\/","title":{"rendered":"Instalasi Derek Atas Balok Tunggal: Titik Inspeksi Utama dan Persyaratan Teknis"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-rank-math-toc-block\" id=\"rank-math-toc\"><p>Daftar isi<\/p><nav><ul><li><a href=\"#preparation-before-installation-unpacking-inspection\">Persiapan Sebelum Pemasangan \u2014 Inspeksi Saat Membuka Kemasan<\/a><\/li><li><a href=\"#runway-rail-installation-a-1-mm-tolerance-difference-can-cause-10-times-more-wear\">Pemasangan Rel Landasan Pacu \u2014 Perbedaan Toleransi 1 mm Dapat Menyebabkan Keausan 10 Kali Lebih Besar<\/a><\/li><li><a href=\"#bridge-frame-assembly-the-connection-between-main-girder-and-end-carriages-is-not-simply-tightening-bolts\">Perakitan Rangka Jembatan \u2014 Sambungan Antara Balok Utama dan Kereta Ujung Bukan Sekadar \u201cMengencangkan Baut\u201d<\/a><\/li><li><a href=\"#electric-hoist-installation-a-3-5-mm-clearance-determines-whether-the-hoist-runs-smoothly\">Pemasangan Hoist Listrik \u2014 Jarak Bebas 3\u20135 mm Menentukan Apakah Hoist Beroperasi dengan Lancar<\/a><\/li><li><a href=\"#electrical-installation-inspection-before-installation\">Instalasi Listrik \u2014 Inspeksi Sebelum Pemasangan<\/a><\/li><li><a href=\"#electrical-circuit-adjustment\">Penyesuaian Rangkaian Listrik<\/a><\/li><li><a href=\"#single-girder-overhead-crane-trial-operation\">Operasi Uji Coba Derek Atas Balok Tunggal<\/a><\/li><li><a href=\"#dafang-crane-single-girder-overhead-crane-installation-services\">Layanan Pemasangan Derek Atas Balok Tunggal DAFANG CRANE<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n<p>Pemasangan derek jembatan balok tunggal mungkin tampak sederhana \u2014 setelah balok utama, kereta ujung, kerekan listrik, dan komponen utama lainnya dirakit, derek diangkat ke atas rel lintasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, kami telah melihat banyak kasus &quot;dipasang, tetapi tidak dipasang dengan benar&quot;: derek keluar jalur dan menyebabkan kerusakan rel, kerekan berayun dari sisi ke sisi selama pengoperasian, atau bantalan mengeluarkan suara abnormal setelah kurang dari tiga bulan beroperasi. Setelah pemeriksaan, masalah hampir tidak pernah disebabkan oleh komponen itu sendiri. Masalah biasanya berasal dari detail pemasangan yang dianggap &quot;cukup baik.&quot;<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, artikel ini tidak mengajarkan Anda cara memasang derek langkah demi langkah. Sebaliknya, artikel ini berfokus pada persyaratan teknis utama dan poin inspeksi penting selama proses pemasangan derek overhead balok tunggal, seperti pemasangan rel, perakitan jembatan, dan pemasangan kerekan listrik. Misalnya, perbedaan ketinggian pada sambungan rel harus \u22641 mm, dan jarak antara flensa roda kerekan dan balok I harus 3\u20135 mm.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1500\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Single-Girder-Overhead-Crane-Installation.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15910\"\/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"preparation-before-installation-unpacking-inspection\">Persiapan Sebelum Pemasangan \u2014 Inspeksi Saat Membuka Kemasan<\/h2>\n\n\n\n<p>Hal pertama yang harus dilakukan tim instalasi setelah tiba di lokasi bukanlah memindahkan peralatan, melainkan membongkar dan memeriksa perlengkapan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan daftar kemasan, periksa setiap item satu per satu: apakah jumlah komponen sudah benar, apakah ada kerusakan yang disebabkan selama pengiriman, dan apakah semua dokumen (seperti sertifikat kesesuaian, diagram kelistrikan, dan gambar) lengkap.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah memeriksa komponen yang dikirim, ada langkah lain yang bahkan lebih penting \u2014 memeriksa tampilan bagian struktural logam.<\/p>\n\n\n\n<p>Periksa apakah balok utama telah terpelintir, bengkok, atau mengalami benturan selama pengangkutan. Jika kerusakan ini tidak ditemukan dan diperbaiki di lapangan sebelum pemasangan di rel landasan pacu, biaya penanganannya setelah pengangkatan akan meningkat secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"handling-and-storage-details\">Detail Penanganan dan Penyimpanan<\/h3>\n\n\n\n<p>Selama proses bongkar muat dan penanganan menggunakan derek overhead balok tunggal, kekhawatiran utama adalah puntiran, pembengkokan, dan kerusakan akibat benturan. Metode yang benar adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Setidaknya harus ada dua titik pengangkatan, sebaiknya terletak di kedua ujung rangka jembatan, yaitu area penghubung antara balok utama dan kereta ujung. Area-area ini memiliki struktur yang lebih kuat dan distribusi beban yang lebih merata.<\/li>\n\n\n\n<li>Bahan bantalan harus ditempatkan di titik pengangkatan. Jika tali kawat baja bersentuhan langsung dan merusak permukaan cat struktur baja, karat hanya akan terjadi dalam waktu singkat.<\/li>\n\n\n\n<li>Selama penyimpanan, komponen derek harus diletakkan rata dan ditopang dengan benar. Balok kayu harus diletakkan secara merata di bawah pelat penguat pada area penampang variabel dari balok utama. Balok utama tidak boleh dibiarkan tanpa penyangga.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"runway-rail-installation-a-1-mm-tolerance-difference-can-cause-10-times-more-wear\">Pemasangan Rel Landasan Pacu \u2014 Perbedaan Toleransi 1 mm Dapat Menyebabkan Keausan 10 Kali Lebih Besar<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2489\" height=\"1601\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/single-girder-overhead-crane-rail-installation.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15898\" srcset=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/single-girder-overhead-crane-rail-installation.png 2489w, https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/single-girder-overhead-crane-rail-installation-1536x988.png 1536w, https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/single-girder-overhead-crane-rail-installation-2048x1317.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 2489px) 100vw, 2489px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Rel landasan pacu adalah &quot;jalan&quot; bagi derek. Jika jalannya tidak rata, bahkan kendaraan yang bagus pun akan berjalan dengan buruk.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk derek jembatan balok tunggal, kontrol toleransi pemasangan rel lintasan secara langsung memengaruhi umur pakai mekanisme penggerak. Masalah seperti tergigitnya flensa roda, kelebihan beban motor, dan kebisingan abnormal saat beroperasi sebagian besar disebabkan oleh masalah pemasangan rel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"span-tolerance\">Toleransi Rentang<\/h3>\n\n\n\n<p>Menurut standar saat ini <a href=\"https:\/\/openstd.samr.gov.cn\/bzgk\/std\/newGbInfo?hcno=B0D8C446755EF519ED2441ADF882AE00\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">GB\/T 10183.1-2018<\/a>, penyimpangan bentang jalur rel derek yang diperbolehkan adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">Rentang S<\/th><th class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">Penyimpangan yang diizinkan \u0394S<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">S \u2264 10 m<\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">\u00b13 mm<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">S &gt; 10 m<\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">\u00b1[3 + 0,25 \u00d7 (S \u2212 10)] mm, maksimum tidak melebihi \u00b115 mm<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh: Untuk derek jembatan balok tunggal dengan bentang 20 m, deviasi bentang rel yang diizinkan adalah: \u00b1[3 + 0,25 \u00d7 (20\u221210)] = \u00b15,5 mm. Nilai ini tidak besar, tetapi harus dikendalikan dalam rentang yang diizinkan. Begitu deviasi melebihi batas, gesekan antara flensa roda dan sisi rel akan meningkat secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"rail-joint-treatment\">Perawatan Sambungan Rel<\/h3>\n\n\n\n<p>Ada dua metode untuk sambungan rel: sambungan lurus dan sambungan miring 45\u00b0. Sambungan miring memungkinkan roda untuk melewati sambungan dengan lebih lancar.<\/p>\n\n\n\n<p>Tiga nilai kunci pada sambungan rel adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Celah sambungan: 1\u20132 mm<\/li>\n\n\n\n<li>Ketidaksejajaran lateral: \u22641 mm<\/li>\n\n\n\n<li>Perbedaan tinggi: \u22641 mm<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jika salah satu dari ketiga nilai ini melebihi batas, roda akan &quot;melompat&quot; saat melewati sambungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk derek 10 ton yang bermuatan penuh dan melewati sambungan ini ratusan kali setiap hari, gaya benturan yang terakumulasi akan menyebabkan kerusakan yang semakin parah pada bantalan roda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"control-within-the-entire-rail-length\">Kontrol di Sepanjang Seluruh Panjang Rel<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain akurasi sambungan dan bentang, beberapa indikator lain yang sering diabaikan sama pentingnya:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Perbedaan ketinggian antara kedua rel pada setiap bagian sepanjang arah bentang: \u226415 mm. Melebihi nilai ini berarti mekanisme pergerakan derek akan beroperasi dengan sedikit kemiringan sepanjang jarak tempuh, menyebabkan pembebanan roda yang tidak merata.<\/li>\n\n\n\n<li>Dalam keseluruhan panjang rel, deviasi batas lateral adalah \u00b110 mm. Deviasi tekukan horizontal yang diperbolehkan sepanjang panjang rel adalah \u2264\u00b11 mm untuk setiap bagian pengukuran 2 m.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Hal yang paling mudah terlewatkan adalah: Ujung rel harus dilengkapi dengan penahan ujung dengan cara pengelasan, dan penahan ujung tersebut harus bersentuhan secara merata dengan penyangga derek.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"bridge-frame-assembly-the-connection-between-main-girder-and-end-carriages-is-not-simply-tightening-bolts\">Perakitan Rangka Jembatan \u2014 Sambungan Antara Balok Utama dan Kereta Ujung Bukan Sekadar \u201cMengencangkan Baut\u201d<\/h2>\n\n\n\n<p>Balok utama dan rangka ujung dihubungkan menggunakan sambungan baut yang dapat dilepas. Meskipun dipisahkan selama pengangkutan dari pabrik, proses pemasangan di lokasi memerlukan perakitan rangka jembatan lengkap sebelum diangkat, bukan perakitan bagian-bagian individual di ketinggian.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1600\" height=\"1066\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/single-girder-overhead-crane-bridge-frame-assembly.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15899\" srcset=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/single-girder-overhead-crane-bridge-frame-assembly.png 1600w, https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/single-girder-overhead-crane-bridge-frame-assembly-1536x1023.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sesuai dengan gambar, letakkan balok utama di atas dua rangka penyangga paralel pada ketinggian horizontal yang sama. Rangka penyangga harus diposisikan di bawah pelat pengaku pada area penampang variabel di kedua ujung balok utama, dan ketinggiannya harus disesuaikan dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1366\" height=\"500\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Connection-between-main-beam-and-end-carriage.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15900\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Setelah penentuan posisi, tiga langkah kuncinya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Bersihkan permukaan sambungan: Permukaan sambungan antara balok utama dan kereta ujung mungkin berdebu atau terkontaminasi karena pengangkutan dan penyimpanan. Jika permukaan tidak dibersihkan sebelum mengencangkan baut, bahkan pramuat baut yang tinggi pun tidak dapat mencapai gaya gesekan yang dirancang.<\/li>\n\n\n\n<li>Posisi berdasarkan bahu penentu posisi pelat penghubung: Bahu penentu posisi adalah referensi posisi bawaan dari struktur tersebut. Menggunakannya untuk penyelarasan lebih cepat dan lebih akurat daripada mengukur secara manual dengan penggaris.<\/li>\n\n\n\n<li>Kencangkan baut berkekuatan tinggi secara simetris: Ini bukan sekadar mengencangkan baut secara acak. Baut harus dikencangkan secara simetris dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan, secara bertahap dan merata. Jika satu sisi dikencangkan sepenuhnya terlebih dahulu, sisi lainnya mungkin akan terangkat, menyebabkan dimensi diagonal rangka jembatan menyimpang.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Setelah pengencangan selesai, penyimpangan diagonal rangka jembatan merupakan salah satu item inspeksi wajib kami. Jika diagonal rangka jembatan tidak sama, derek pasti akan keluar jalur setelah dipasang di rel. Diukur dari titik referensi untuk pemasangan roda: |E1-E2| \u2264 5 mm<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1500\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/balance-of-diagonal.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15901\"\/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"electric-hoist-installation-a-3-5-mm-clearance-determines-whether-the-hoist-runs-smoothly\">Pemasangan Hoist Listrik \u2014 Jarak Bebas 3\u20135 mm Menentukan Apakah Hoist Beroperasi dengan Lancar<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah balok utama derek gantung satu sisi diangkat ke ketinggian yang sesuai, pasang kerekan listrik langsung ke rel balok I.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"600\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/single-girder-overhead-crane-electric-hoist-installation.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15902\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Jarak antara sisi dalam flensa roda pengangkat dan flensa bawah rel balok I harus 3\u20135 mm.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun nilai ini tampak kecil, namun secara langsung memengaruhi:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Jarak bebas terlalu kecil (&lt;3 mm): Flensa roda akan bergesekan dengan balok I selama pengoperasian kerekan, menyebabkan hambatan tinggi, peningkatan kebisingan, dan keausan yang lebih cepat. <\/li>\n\n\n\n<li>Jarak bebas terlalu besar (&gt;5 mm): Dongkrak akan berayun dari sisi ke sisi selama pengoperasian, terutama saat memulai dan mengerem, sehingga mengakibatkan stabilitas yang buruk.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"electrical-installation-inspection-before-installation\">Instalasi Listrik \u2014 Inspeksi Sebelum Pemasangan<\/h2>\n\n\n\n<p>Pemasangan peralatan listrik dan instalasi kabel harus dilakukan sesuai dengan diagram skema listrik, diagram instalasi kabel, dan gambar umum peralatan listrik yang telah disediakan. Sebelum pemasangan, peralatan dan komponen listrik harus diperiksa:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Inspeksi penampilan dan spesifikasi: Peralatan dan komponen listrik harus bebas dari cacat dan beroperasi secara fleksibel tanpa macet atau longgar. Model, spesifikasi, dan urutan penutupan kontak harus sesuai dengan persyaratan yang ditunjukkan pada gambar. Komponen apa pun yang memerlukan penyesuaian harus disesuaikan terlebih dahulu sesuai dengan gambar.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengukuran resistansi isolasi: Gunakan megohmmeter untuk mengukur resistansi isolasi komponen listrik seperti motor, rem hidrolik, sikat karbon, kontaktor, relai, dan resistor satu per satu. Komponen dengan resistansi isolasi di bawah 1 M\u03a9 harus dikeringkan dan hanya dapat dipasang dan digunakan setelah lolos pemeriksaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Periksa tekanan antara sikat karbon motor dan cincin selip. Tekanan semua sikat karbon pada motor yang sama harus konsisten. Sikat karbon harus bersentuhan penuh dengan cincin selip. Saat mengasah sikat karbon, jangan membulatkan ujungnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Periksa tekanan kontak pengontrol, kontaktor, dan kontak relai untuk memastikan memenuhi persyaratan masing-masing. Jika tekanannya terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka harus disesuaikan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"electrical-control-cabinet-installation\">Instalasi Kabinet Kontrol Listrik<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum memasang kabinet kontrol listrik, komponen listrik dan kabel di dalam kabinet harus diperiksa dengan cermat. Komponen tidak boleh rusak, terutama penutup pemadam busur dan kontak bantu kontaktor. Noda oli pada permukaan kontak angker kontak (oli anti karat telah dioleskan sebelum pengiriman) harus dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemiringan permukaan kabinet tidak boleh melebihi 5\u00b0 untuk memastikan pengoperasian normal komponen pada panel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"trolley-travel-cable-installation\">Pemasangan Kabel Troli Perjalanan<\/h3>\n\n\n\n<p>Hal-hal berikut perlu diperhatikan selama pemasangan kabel penarik:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Kabel harus diatur dengan benar sebelum pemasangan untuk menghilangkan puntiran dan tegangan.<\/li>\n\n\n\n<li>Kabel harus disusun secara berurutan pada penjepit ujung, troli kabel, dan troli penarik sesuai dengan persyaratan gambar.<\/li>\n\n\n\n<li>Sesuaikan panjang kabel agar setiap bagian kabel memiliki panjang yang kurang lebih sama.<\/li>\n\n\n\n<li>Selama pergerakan kabel, kabel harus tetap menggantung secara alami untuk menghindari peregangan atau benturan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1600\" height=\"2133\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/single-girder-overhead-crane-cable-installation.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15903\" srcset=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/single-girder-overhead-crane-cable-installation.png 1600w, https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/single-girder-overhead-crane-cable-installation-1152x1536.png 1152w, https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/single-girder-overhead-crane-cable-installation-1536x2048.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1600\" height=\"2133\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/single-girder-overhead-crane-cable-installation-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15904\" srcset=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/single-girder-overhead-crane-cable-installation-2.png 1600w, https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/single-girder-overhead-crane-cable-installation-2-1152x1536.png 1152w, https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/single-girder-overhead-crane-cable-installation-2-1536x2048.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"electrical-circuit-adjustment\">Penyesuaian Rangkaian Listrik<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah komponen listrik dipasang sesuai dengan persyaratan, rangkaian listrik harus diperiksa dan disesuaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, lakukan pemeriksaan menyeluruh pada titik-titik sambungan sirkuit. Pastikan kabel terpasang dengan benar dan kencangkan semua baut terminal, kemudian hidupkan catu daya utama derek.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat memeriksa urutan pengoperasian komponen di kabinet kontrol listrik, pemutus sirkuit utama harus dimatikan. Hidupkan sakelar sirkuit kontrol, operasikan pegangan pengontrol langkah demi langkah, dan amati apakah urutan pengoperasian setiap kontaktor dan relai, serta semua interlock listrik, sesuai dengan persyaratan diagram skema listrik. Jika tidak, identifikasi penyebabnya dan lakukan penyesuaian.<\/p>\n\n\n\n<p>Periksa dan sesuaikan nilai pengaturan semua relai waktu untuk memastikan nilainya sesuai dengan nilai yang tercantum dalam dokumen teknis pabrik.<\/p>\n\n\n\n<p>Operasikan secara manual setiap sakelar batas mekanisme dan semua sakelar pengaman, dan periksa apakah semuanya beroperasi secara fleksibel. Pastikan bahwa ketika mekanisme yang dilindungi mencapai posisi batasnya, catu daya dapat diputus untuk memberikan perlindungan. Jika ditemukan kesalahan, identifikasi penyebabnya dan perbaiki.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyesuaian arah putaran motor: Tutup semua sakelar dan operasikan pengontrol untuk menggerakkan setiap motor mekanisme secara terpisah (beri daya sebentar lalu segera matikan daya). Periksa apakah arah putaran motor konsisten dengan arah operasi pengontrol; apakah kedua motor yang digerakkan secara terpisah berputar ke arah yang sama; dan apakah arah putaran sesuai dengan arah yang dilindungi oleh sakelar batas. Jika tidak, tukar dua fasa kabel stator motor untuk membuat arah putaran memenuhi persyaratan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"single-girder-overhead-crane-trial-operation\">Operasi Uji Coba Derek Atas Balok Tunggal<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah seluruh rangkaian listrik diperiksa, disetel, dan dipastikan benar, tutup semua pemutus sirkuit untuk menghubungkan rangkaian utama dan rangkaian kontrol semua mekanisme ke catu daya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, jalankan setiap mekanisme secara individual dalam kondisi tanpa beban untuk uji coba dan amati apakah setiap mekanisme beroperasi normal. Pengoperasian dengan beban hanya diperbolehkan setelah pengoperasian tanpa beban dipastikan normal. Selama pengoperasian dengan beban, beban harus ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai beban penuh. Pengoperasian beban penuh secara langsung tidak diperbolehkan. Untuk prosedur pengujian beban yang lebih detail, silakan merujuk ke \u201c<a href=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/posts\/eot-crane-load-testing-a-step-by-step-guide\/\">Pengujian Beban Derek EOT: Panduan Langkah demi Langkah<\/a>\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah uji coba selesai dan semuanya beroperasi normal, peralatan listrik derek dapat digunakan secara normal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"dafang-crane-single-girder-overhead-crane-installation-services\">Layanan Pemasangan Derek Atas Balok Tunggal DAFANG CRANE<\/h2>\n\n\n\n<p>DAFANG CRANE menyediakan layanan komprehensif. <a href=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/posts\/dafang-crane-overhead-crane-installation-services\/\">layanan pemasangan derek overhead balok tunggal<\/a>Termasuk panduan instalasi di lokasi oleh para insinyur berpengalaman, dukungan teknis, pengoperasian peralatan, dan uji coba. Layanan ini membantu pelanggan menyelesaikan instalasi derek dengan aman dan efisien, serta memastikan kinerja derek yang stabil dan andal setelah beroperasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Baik Anda membutuhkan teknisi kami untuk menyediakan layanan instalasi di lokasi atau memerlukan dukungan teknis jarak jauh, kami dapat menyediakan solusi yang fleksibel dan profesional sesuai dengan kebutuhan proyek Anda, membantu memastikan kelancaran pengoperasian dan pemasangan peralatan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Single girder overhead crane installation may seem simple \u2014 after the main girder, end carriages, electric hoist, and other major components are assembled, the crane is lifted onto the runway rails. However, we have seen many cases of \u201cinstalled, but not installed correctly\u201d: the crane running off track and causing rail biting, the hoist swinging [&hellip;]","protected":false},"featured_media":15910,"parent":0,"menu_order":0,"template":"single-SEO-Table.php","posts_category":[197],"posts_tag":[787],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/xmxposts\/15891"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/xmxposts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/posts"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/xmxposts\/15891\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15911,"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/xmxposts\/15891\/revisions\/15911"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15910"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15891"}],"wp:term":[{"taxonomy":"posts_category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts_category?post=15891"},{"taxonomy":"posts_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts_tag?post=15891"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}