{"id":8025,"date":"2023-09-04T09:05:42","date_gmt":"2023-09-04T09:05:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/?post_type=posts&#038;p=8025"},"modified":"2024-09-09T06:36:58","modified_gmt":"2024-09-09T06:36:58","slug":"how-to-quickly-solve-overhead-crane-rail-gnawing","status":"publish","type":"posts","link":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/posts\/how-to-quickly-solve-overhead-crane-rail-gnawing\/","title":{"rendered":"Cara Cepat Mengatasi Overhead Crane Rail Gnawing"},"content":{"rendered":"<p>Derek di atas kepala adalah peralatan khusus yang penting untuk perusahaan produksi dan manufaktur, yang bertanggung jawab atas pengangkatan, pemeliharaan, dan pemasangan peralatan dan aksesori harian. Kondisi bridge crane secara langsung mempengaruhi apakah perusahaan dapat menyelesaikan tugas produksi tepat waktu dan lancar. Oleh karena itu, memastikan kondisi crane jembatan yang baik merupakan pekerjaan penting untuk produksi dan pemeliharaan. Menggerogoti rel merupakan fenomena umum dalam penggunaan derek jembatan. Hal ini terutama disebabkan oleh penyimpangan jalur derek atau penyimpangan roda yang melebihi standar, sehingga mengakibatkan rel menggerogoti. Hal ini dapat menyebabkan keluar jalur, yang tidak hanya mempengaruhi kemajuan produksi tetapi juga dapat menyebabkan kecelakaan. Artikel ini menganalisis penyebab menggerogoti rel pada derek jembatan dan mengusulkan tindakan pencegahan yang sesuai, membantu Anda dengan cepat mengatasi rel yang menggerogoti derek jembatan.<\/p>\r\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/Overhead-Crane-Rail-Gnawing.jpg?w=1000\" alt=\"Rel Derek Di Atas Menggerogoti\" width=\"900\" height=\"514\" class=\"alignnone size-full wp-image-8069\" \/><\/p>\r\n<h2>Manifestasi dan Dampak Buruk dari Menggerogoti Rel Derek di Atas Kepala<\/h2>\r\n<p>Selama penggunaan derek di atas kepala, pelek roda derek dan rel saling bergesekan, menyebabkan keausan parah pada pelek roda dan sisi rel. Fenomena ini disebut dengan rail gnawing. Manifestasi utamanya adalah sebagai berikut:<\/p>\r\n<ol>\r\n\t<li>Derek mengeluarkan suara mencicit atau menderu keras selama pengoperasian.<\/li>\r\n\t<li>Terdapat bintik-bintik atau tanda terang pada sisi rel, atau mungkin terdapat serutan besi di sekitar rel.<\/li>\r\n\t<li>Selama pengoperasian derek, terdapat indikasi jelas adanya ketidaksejajaran antara roda tepi dan rel.<\/li>\r\n\t<li>Derek mungkin mengalami hambatan selama pengoperasian, dan karena gesekan antara pelek roda dan rel, start kendaraan lambat dan fenomena lainnya dapat terjadi.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n<ul>\r\n\t<li>Dampak Penggerogoti Rel pada Struktur Bengkel: Roda derek yang menggerogoti rel akan langsung menimbulkan gaya lateral horizontal, yang akan menyebabkan rel menyimpang ke samping, mengakibatkan getaran peralatan dan akhirnya menyebabkan kendornya sekrup yang dipasang pada rel. Selain itu, hal ini dapat menyebabkan kegagalan derek secara keseluruhan dan berbagai tingkat dampak terhadap stabilitas struktur di dalam bengkel.<\/li>\r\n\t<li>Dampak Penggerebekan Rel terhadap Produksi, Keselamatan, dan Peralatan: Jika penggerebekan rel parah, kerusakan pada rel akan semakin meningkat, sehingga menyulitkan derek untuk melakukan kontak yang baik dengan roda selama pengoperasian, yang pada akhirnya memengaruhi penggunaannya. Jika rel perlu diganti, hal itu memerlukan sejumlah besar tenaga kerja, material, dan sumber daya keuangan, sehingga menyebabkan gangguan besar terhadap keselamatan produksi.<\/li>\r\n\t<li>Dampak Menggerogoti Rel pada Peralatan Listrik: Sekali terjadi penggerebekan pada rel, hal ini akan menyebabkan hambatan yang signifikan selama pengoperasian derek, sehingga meningkatkan beban listrik secara signifikan dan mudah menyebabkan kerusakan beban berlebih pada motor. Pada saat yang sama, peningkatan hambatan kerja derek akan menyebabkan berbagai tingkat kerusakan pada berbagai komponen dalam sistem transmisi.<\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h2>Analisa Penyebab Menggerogoti Rel Overhead Cranes<\/h2>\r\n<p>Ada berbagai alasan pengoperasian derek jembatan untuk menggerogoti rel, terutama melalui alasan analisis teoritis berikut:<\/p>\r\n<h3>Menggerogoti Rel Karena Penyebab Orbital<\/h3>\r\n<p><strong>Penyebab1: Kemiringan Rel<\/strong><\/p>\r\n<p>Pada saat pemasangan balok rel, jika terjadi kemiringan maka akan menyebabkan rel yang dipasang miring sehingga mengakibatkan roda berjalan bergerak kesamping, dan keausan pada bagian dalam salah satu sisi pelek roda dan bagian luar sisi yang lain. .<\/p>\r\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/Rail-tilt.jpg?w=1000\" alt=\"Kemiringan rel\" width=\"756\" height=\"748\" class=\"alignnone size-full wp-image-8046\" \/><\/p>\r\n<p><strong>Penyebab2: Deviasi Horizontal Antara Dua Rel Melebihi Standar<\/strong><\/p>\r\n<p>Karena penurunan yang tidak merata dan deformasi fondasi bengkel pada beberapa pengguna, terdapat perbedaan ketinggian yang melebihi standar antara dua rel pada penampang yang sama, yang menyebabkan rel menggerogoti. Jika perbedaan ketinggian relatif pada saat pemasangan rel terlalu besar maka akan menyebabkan pergerakan lateral pada saat pengoperasian crane, dan sering terjadi penggerebekan rel pada sisi dalam rel bawah dan sisi luar rel atas. Ketinggian rel dapat diukur dengan menggunakan alat perata.<\/p>\r\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/Different-track-heights.jpg?w=1000\" alt=\"Ketinggian lintasan berbeda\" width=\"807\" height=\"513\" class=\"alignnone size-full wp-image-8047\" \/><\/p>\r\n<p><strong>Penyebab3: Deviasi Rentang Antara Dua Rel Melebihi Standar<\/strong><\/p>\r\n<p>Rentang merupakan parameter penting dalam desain crane jembatan. Namun pada saat pemasangan rel sebenarnya, jika terjadi kesalahan pemasangan akan menimbulkan masalah deviasi bentang. Jika bentang pemasangan rel terlalu kecil, maka akan menyebabkan rel menggerogoti bagian dalam pelek roda. Jika bentang pemasangan rel terlalu besar, maka akan menyebabkan rel menggerogoti bagian luar pelek roda.<\/p>\r\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/Track-span-deviation.jpg?w=1000\" alt=\"Lacak deviasi rentang\" width=\"900\" height=\"461\" class=\"alignnone size-full wp-image-8061\" \/><\/p>\r\n<p>Bentang lintasan dapat diukur dengan pita pengukur baja, salah satu ujung pita diikat dengan penjepit, dan ujung pita lainnya diikat pada timbangan pegas dengan gaya tarik 0,7-0,8kg per meter, yang diukur setiap 5m sekali. Sebelum melakukan pengukuran, tandai titik acuan pada bagian tengah lintasan, tegangan skala pegas harus sama pada setiap titik pengukuran.<\/p>\r\n<p><strong>Penyebab4: Penyimpangan Lurus Antara Dua Rel Melebihi Standar<\/strong><\/p>\r\n<p>1.Bentang rel yang tidak konsisten, salah satu ujung dengan ukuran yang lebih besar dan ujung lainnya dengan ukuran yang lebih kecil, menyebabkan pelek roda luar menggerogoti rel pada ukuran yang lebih besar dan pelek roda bagian dalam menggerogoti rel pada ukuran yang lebih kecil.<\/p>\r\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/Track-gauge-varies.jpg?w=1000\" alt=\"Pengukur lintasan bervariasi\" width=\"807\" height=\"432\" class=\"alignnone size-full wp-image-8049\" \/><\/p>\r\n<p>2. Rel lentur horizontal.<\/p>\r\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/Horizontal-bending-of-the-track.jpg?w=1000\" alt=\"Pembengkokan lintasan secara horizontal\" width=\"807\" height=\"355\" class=\"alignnone size-full wp-image-8050\" \/><\/p>\r\n<p>Kelurusan rel dapat diperiksa dengan menarik kawat baja 0,5 mm di antara penghenti rel di kedua ujungnya, lalu mengukur posisi kawat menggunakan jangka sorong. Titik pengukuran dapat diberi jarak sekitar 2 m.<\/p>\r\n<h3>Penyebab rel menggerogoti yang berhubungan dengan roda<\/h3>\r\n<p><strong>Penyebab1: Penyimpangan Diameter Roda<\/strong><\/p>\r\n<p>Jika terdapat perbedaan diameter roda yang besar, pada saat roda yang dipasang pada ujung balok yang berbeda sedang bergerak, pasti akan terjadi masalah pada roda yang lebih besar yang berjalan di depannya, sehingga menyebabkan penyimpangan horizontal pada lintasan lari. Jika deviasi melebihi 15mm, flensa roda akan dibatasi oleh rel, sehingga menyebabkan fenomena rel menggerogoti. Gigitan rel akibat penyimpangan diameter roda diwujudkan dengan roda yang lebih besar menggerogoti bagian luar rel saat bergerak maju mundur, sedangkan roda yang lebih kecil menggerogoti bagian dalam rel. Pada tahap awal, tidak ada tanda-tanda rel menggerogoti.<\/p>\r\n<p><strong>Penyebab2: Penyimpangan Diagonal<\/strong><\/p>\r\n<p>Kedua rodanya tidak sama diagonalnya, hal ini sering kali mengakibatkan kedua lintasan dikunyah di dalam atau di luar secara bersamaan.<\/p>\r\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/Diagonal-Deviation.jpg?w=1000\" alt=\"Deviasi Diagonal\" width=\"952\" height=\"399\" class=\"alignnone size-full wp-image-8052\" \/><\/p>\r\n<p>Inspeksi Deviasi Diagonal: Posisikan derek di atas kepala pada bagian rel dengan linearitas yang baik dan temukan pusat permukaan gelinding roda menggunakan penggaris baja. Gantungkan plumb bob di tengah dan tandai tempat yang sesuai di rel. Ulangi proses ini untuk tiga roda lainnya. Keempat titik ini berfungsi sebagai titik pengukuran diagonal dan bentang roda. Untuk mengurangi kesalahan pengukuran, kencangkan salah satu ujung penggaris baja dengan penjepit dan pasang neraca pegas ke ujung lainnya. Ketegangan harus dipertahankan pada 0,7-0,8kg per meter bentang.<\/p>\r\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/Diagonal-Deviation-Inspection.jpg?w=1000\" alt=\"Pemeriksaan Penyimpangan Diagonal\" width=\"709\" height=\"598\" class=\"alignnone size-full wp-image-8053\" \/><\/p>\r\n<p><strong>Penyebab 3: Penyimpangan Horizontal Roda<\/strong><\/p>\r\n<p>Faktor penyebab roda menyimpang secara horizontal biasanya berasal dari proses transportasi, pemasangan, dan operasional. Misalnya salah satu roda yang menyimpang maka akan menyebabkan rel menggerogoti salah satu sisi roda. Jika bergerak ke arah berlawanan, akan terjadi penggerebekan rel di sisi yang lain. Menggerogoti rel biasanya lebih parah bila terjadi deviasi horizontal.<\/p>\r\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/Horizontal-wheel-deflection.jpg?w=1000\" alt=\"Defleksi roda horizontal\" width=\"1260\" height=\"963\" class=\"alignnone size-full wp-image-8054\" \/><\/p>\r\n<p>Pemeriksaan Deviasi Horizontal Roda: Pilih bagian rel dengan linearitas yang baik sebagai referensi dan letakkan kawat baja halus 0,5 mm sejajar dengan permukaan luar rel pada jarak yang sama dengan \u201ca\u201d. Kemudian, ukur jarak pada titik \u201cb1\u201d, \u201cb2\u201d, dan \u201cb3\u201d menggunakan penggaris baja. Deviasi horizontal roda 1 adalah \u201cb1 \u2013 b2\u201d, deviasi horizontal roda 2 adalah b4 \u2013 b3, dan deviasi lurus roda adalah \u201c(b1 + b2)\/2 \u2013 (b3 + b4)\/2\u201d.<\/p>\r\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/inspection-of-Horizontal-wheel-deviation.jpg?w=1000\" alt=\"pemeriksaan deviasi roda Horizontal\" width=\"913\" height=\"250\" class=\"alignnone size-full wp-image-8056\" \/><\/p>\r\n<p><strong>Penyebab4: Deviasi Vertikal Roda<\/strong><\/p>\r\n<p>Saat derek dalam keadaan miring, jarak antara rel dan flensa roda akan berkurang secara signifikan. Bagian tengah tapak roda akan membentuk sudut \u03b1 dengan garis vertikal. Ketika deviasi vertikal melebihi nilai yang ditentukan, rel akan menggerogoti. Oleh karena itu, pengendalian deviasi vertikal sangatlah penting.<\/p>\r\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/Vertical-wheel-deviation.jpg?w=1000\" alt=\"Deviasi roda vertikal\" width=\"459\" height=\"654\" class=\"alignnone size-full wp-image-8057\" \/><\/p>\r\n<p>Pemeriksaan Deviasi Vertikal Roda: Ukur X dengan menggunakan plumb bob untuk menentukan deviasi vertikal roda.<\/p>\r\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hndfcrane.com\/wp-content\/uploads\/inspection-of-vertical-wheel-deviation.jpg?w=1000\" alt=\"pemeriksaan deviasi roda vertikal\" width=\"604\" height=\"327\" class=\"alignnone size-full wp-image-8058\" \/><\/p>\r\n<h3>Deformasi Jembatan Menyebabkan Rel Menggerogoti<\/h3>\r\n<p><strong>Penyebab 1: Pembengkokan Horizontal pada Ujung Balok Akibat Deformasi Jembatan<\/strong><\/p>\r\n<p>Apabila terjadi kesalahan diagonal lebih besar dari 5mm maka akan menyebabkan deviasi bentang. Jika selisihnya negatif maka akan menyebabkan rail gnaw pada sisi luar roda, dan sebaliknya pada rail gnaw pada sisi dalam.<\/p>\r\n<p><strong>Penyebab 2: Penyimpangan Horizontal Roda yang Disebabkan oleh Pembengkokan Horizontal pada Ujung Balok<\/strong><\/p>\r\n<p>Akar penyebab fenomena ini adalah pembengkokan horizontal yang besar pada ujung balok akan meningkatkan kemiringan roda, sehingga menyebabkan kesejajaran roda tidak sesuai dengan garis tengah rel, sehingga mengakibatkan rel menggerogoti.<\/p>\r\n<p><strong>Penyebab3: Deformasi Vertikal Jembatan<\/strong><\/p>\r\n<p>Dengan bertambahnya amplitudo deformasi vertikal jembatan akan menimbulkan serangkaian perubahan struktur, antara lain kemiringan vertikal kendaraan, munculnya sudut antara permukaan tapak dan garis tegak lurus, sehingga terjadi perubahan radius putar roda. . Ketika crane mempunyai beban, perubahan ini juga meningkat, dan jumlah defleksi yang lebih besar juga akan menyebabkan fenomena menggerogoti rel.<\/p>\r\n<h3>Rail Gnaw Disebabkan oleh Sistem Transmisi<\/h3>\r\n<p>Berdasarkan analisis pengalaman penerapan overhead crane, masalah pada sistem penggerak dan sistem pengereman juga dapat menyebabkan rel menggerogoti.<\/p>\r\n<ol>\r\n\t<li>Sistem penggerak: Bila derek digerakkan oleh beberapa motor, kecepatan yang tidak konsisten dapat menyebabkan penyimpangan pada kecepatan gerak roda, yang mengakibatkan rel tergesek.<\/li>\r\n\t<li>Sistem pengereman: Rasio perlambatan derek yang tidak konsisten juga dapat mengakibatkan perbedaan efisiensi pengereman pada roda, sehingga menyulitkan roda untuk mengerem dengan mulus. Ketika deviasi melebihi batas, terjadi keretakan rel akibat pengereman yang tidak sinkron.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n<h3>Alasan lain<\/h3>\r\n<p>Pengoperasian yang tidak benar, seperti troli yang sering bekerja di satu sisi, menyebabkan peningkatan tekanan dan hambatan pada roda di sisi tersebut, sehingga mengakibatkan rel menggerogoti. Memulai atau menghentikan secara tiba-tiba dapat menyebabkan roda selip, yang menyebabkan rel menggerogoti.<\/p>\r\n<p>Derek yang kelebihan beban dalam jangka panjang, pengoperasian yang tidak sah, dan alasan lainnya dapat menyebabkan deformasi balok utama, balok ujung, atau rangka troli, yang mengakibatkan perubahan vertikalitas dan rentang roda, sehingga menyebabkan rel menggerogoti selama pengoperasian.<\/p>\r\n<p>Penyimpangan pada keselarasan roda dapat terjadi jika roda dan bantalan tidak disetel dengan benar setelah perawatan dan penggantian.<\/p>\r\n<h2>Strategi solusi dari Overhead Cranes Rail Gnawing<\/h2>\r\n<h3>Solusi Masalah Kereta Api<\/h3>\r\n<ol>\r\n\t<li>Kemiringan Rel: Gunakan cara penambahan alas baja untuk mengatur besarnya kesalahan untuk memastikan ketinggian, tinggi, dan kelengkungan rel sesuai dengan standar.<\/li>\r\n\t<li>Penyimpangan Horizontal Rel: Untuk penampang yang sama dari kedua rel, perbedaan ketinggian relatif terlalu besar yang disebabkan oleh rel yang menggerogoti, harus disesuaikan dengan kesalahan tinggi dan rendah, menggunakan metode penambahan bantalan untuk menyesuaikan pilihan pelat baja biasa, ketebalan yang dipilih sesuai dengan lintasan yang diukur kesalahan tinggi dan rendah, bantalan memerlukan permukaan yang rata, tidak ada gundukan dan lesung pipit, lebar dimensi luar tidak boleh lebih dari pelat tekanan lintasan 20mm, Bagian bawah lintasan harus diisi tanpa menggantung, dan dipasang pada balok di bawah dengan pelat penekan dengan baut; metode ini ekonomis, andal, efektif, dan strukturnya sederhana.<\/li>\r\n\t<li>Penyimpangan Rentang Rel: Sesuaikan sekrup pelat penekan rel, lalu sesuaikan rel di sisi lain dengan rel yang telah disesuaikan sebagai patokan, perhatikan ketinggian rel pemandu dalam penyetelan agar sesuai dengan standar.<\/li>\r\n\t<li>Penyimpangan Lurus Rel: kalibrasi posisi deviasi rel, kendurkan pelat penjepit buntut ikan dan baut rel bertekanan, lalu gunakan palu tangan dan beberapa instrumen keras lainnya untuk memalu pin miring dari rel bertekanan, sehingga mendorong tekanan samping pin miring ke ubah posisi rel, kemudian perkuat baut rel yang bertekanan, dan seterusnya ulangi pengecekan beberapa kali hingga mencapai ketinggian yang sesuai, dan perbaiki fenomena tekukan horizontal.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n<h3>Solusi Masalah Roda<\/h3>\r\n<ol>\r\n\t<li>Deviasi Diameter Roda : Apabila deviasi diameter roda melebihi standar maka perlu dilakukan pengolahan ulang atau penggantian. Penyimpangan diameter antara roda aktif dan pasif setelah penggantian tidak boleh melebihi 3mm, jika tidak maka akan mempengaruhi keseluruhan struktur derek.<\/li>\r\n\t<li>Deviasi Diagonal Roda:<br \/>\r\nJika rel yang menggerogoti disebabkan oleh deviasi horizontal roda, maka ketebalan shim kiri dan kanan dudukan bantalan dapat disesuaikan. Jika rel yang menggerogoti disebabkan oleh vertikalitas roda, shim tipis dapat ditambahkan di bawah dudukan bantalan.<br \/>\r\nGangguan yang disebabkan oleh penyimpangan bentang roda, jarak sumbu roda, diagonal atau kelurusan roda pada lintasan yang sama dapat diatasi dengan memindahkan posisi roda penggerak.<\/li>\r\n\t<li>Kemiringan Horizontal Roda: Ada dua metode untuk mengatur kemiringan horizontal roda. Metode pertama adalah mengatur ketebalan shim dari kunci pemosisian pada kotak bantalan sudut untuk mengoreksi kemiringan horizontal. Metode kedua adalah membuat kembali kunci posisi yang sesuai dan mengelasnya pada posisinya untuk menghilangkan kemiringan horizontal.<\/li>\r\n\t<li>Kemiringan Vertikal Roda: Metode untuk menyesuaikan kemiringan vertikal roda adalah dengan menambahkan shim ke kotak bantalan sudut dan kunci posisi horizontal, atau menambahkan shim antara kunci posisi horizontal dan pelat pembengkok balok ujung. Bergantung pada arah kemiringan vertikal roda, tambahkan shim ke sisi kotak bantalan sudut yang sesuai. Jika ketebalan shim lebih besar dari 2\/3 dari kedalaman slot posisi kotak bantalan sudut, tambahkan shim langsung ke pelat pembengkok balok ujung untuk mengatasi masalah penggerusan rel.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n<h3>Solusi Masalah Deformasi Jembatan<\/h3>\r\n<p>Deformasi jembatan mencakup banyak faktor, seperti transportasi, pemasangan, penggunaan dan hubungan lainnya. Bila jembatan ditemukan memiliki tingkat deformasi yang kecil, Anda dapat memprioritaskan penyesuaian roda, dan dalam beberapa kasus hanya perlu menyesuaikan satu roda untuk menghilangkan fenomena menggerogoti, seperti menyesuaikan kemiringan horizontal roda, vertikal miring, bentang dan diagonal dan sebagainya. Jika deformasi jembatan melebihi interval tertentu, dan terdapat fenomena rel menggerogoti yang lebih jelas, maka perlu dilakukan perbaikan pada bagian jembatan yang mengalami deformasi. Metode perawatan umum adalah dengan memperbaiki gangguan balok, pembengkokan samping, pembengkokan horizontal ujung balok, dll., seperti mengambil tindakan seperti koreksi pratekan atau koreksi nyala. Diantaranya, metode koreksi prategang mengacu pada gelagar utama di bawah dudukan penyangga pengelasan pelat penutup, dan menggunakan kabel baja berkualitas tinggi sebagai penguat tegangan untuk melawan deformasi rel derek di atas kepala. Metode koreksi nyala api adalah penggunaan nyala oksiasetilen, bagian deformasi jembatan dari penerapan perlakuan pemanasan, sehingga bagian deformasi mempunyai efek kontraksi, untuk mencapai tujuan koreksi jembatan.<\/p>\r\n<h3>Solusi Sistem Transmisi yang Menyebabkan Menggerogoti Rel<\/h3>\r\n<p>Untuk derek overhead yang digerakkan secara terpisah, kedua ujungnya harus dipilih dengan model yang sama, parameter motor yang sama, 2 kelompok bantalan mekanisme penggerak dan remnya harus disesuaikan dengan tingkat kekencangan yang sama. Pada saat yang sama, dalam proses pemasangan dan penggunaan, peredam, kopling, dan komponen transmisi terkait harus diuji untuk memastikan kekencangan pemasangan, jarak bebas, keausan, dan sebagainya untuk menjaga konsistensi, untuk memaksimalkan penghindaran kesalahan operasional.<\/p>\r\n<p>Penggerogotan rel merupakan kekhawatiran besar bagi industri yang mengandalkan derek di atas kepala. Dengan memahami penyebab di balik keretakan rel dan menerapkan solusi yang sesuai, perusahaan dapat memitigasi masalah ini, memastikan pengoperasian derek yang lancar dan aman sekaligus meminimalkan biaya pemeliharaan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Derek jembatan merupakan peralatan khusus yang penting bagi perusahaan produksi dan manufaktur, yang bertanggung jawab atas pengangkatan, perawatan, dan pemasangan peralatan dan aksesori harian. Kondisi derek jembatan secara langsung memengaruhi apakah perusahaan dapat menyelesaikan tugas produksi tepat waktu dan lancar. Oleh karena itu, memastikan kondisi derek jembatan yang baik merupakan pekerjaan penting bagi perusahaan produksi dan [\u2026]","protected":false},"featured_media":8069,"parent":0,"menu_order":0,"template":"","posts_category":[197],"posts_tag":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/xmxposts\/8025"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/xmxposts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/posts"}],"version-history":[{"count":19,"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/xmxposts\/8025\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8072,"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/xmxposts\/8025\/revisions\/8072"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8069"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8025"}],"wp:term":[{"taxonomy":"posts_category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts_category?post=8025"},{"taxonomy":"posts_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hndfcrane.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts_tag?post=8025"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}