Daftar isi

Dalam pengadaan derek, derek "baru" dan "bekas" bukan hanya soal usia—keduanya merupakan solusi yang sangat berbeda dalam hal kondisi teknis, risiko, dan manajemen. Kesesuaiannya bergantung pada seberapa baik peralatan tersebut cocok dengan aplikasinya, bukan pada peralatan itu sendiri.
Keunggulan utama derek bekas adalah biaya. Dengan spesifikasi yang serupa, derek bekas biasanya 40%–60% lebih murah daripada yang baru, sehingga menarik untuk proyek dengan anggaran terbatas atau jangka waktu singkat. Namun, seringkali derek bekas kurang transparan secara teknis, masa pakai yang tersisa, prediktabilitas operasional, dan dukungan purna jual, sehingga memerlukan inspeksi dan perawatan yang lebih cermat.
Dari perspektif teknik dan operasional, artikel ini membandingkan derek baru dan bekas berdasarkan empat dimensi: anggaran, persyaratan keselamatan dan teknis, masa pakai, dan dukungan purna jual, memberikan panduan untuk berbagai jenis proyek dan perusahaan.
| Faktor Penentu | Derek Atas Baru | Derek Overhead Bekas |
| Harga di Muka | Investasi awal yang lebih tinggi | 40–60% harga pembelian lebih rendah |
| Biaya Jangka Panjang | Dapat diprediksi dan stabil | Mirip dalam jangka panjang karena biaya perawatan yang lebih tinggi. |
| Kondisi Keselamatan & Teknis | Transparansi teknis penuh, siklus desain dimulai dari nol. | Kondisi bergantung pada penggunaan sebelumnya; ketidakpastian lebih tinggi. |
| Masa Pakai Layanan | Masa pakai desain penuh (biasanya 15–20+ tahun) | Sisa masa pakai saja |
| Pemeliharaan & Dukungan | Dukungan penuh dari produsen, akses suku cadang yang mudah. | Tergantung pada usia model dan sumbernya; ketersediaan suku cadang dapat bervariasi. |
| Proyek yang Paling Sesuai | Pengoperasian jangka panjang, kritis terhadap keselamatan, dan berkelanjutan. | Aplikasi jangka pendek, sementara, dan berisiko rendah. |
| Persyaratan Manajemen | Pengoperasian & pemeliharaan standar | Upaya inspeksi, pemantauan, dan manajemen yang lebih tinggi. |
Untuk mengilustrasikan bagaimana biaya operasional derek baru dan bekas berperan dalam praktiknya, kami menyajikan dua contoh proyek: satu untuk proyek jangka panjang, multi-tahun, dan satu lagi untuk proyek jangka pendek dan sementara. Setiap contoh menunjukkan total biaya dan membantu menentukan opsi mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan proyek yang berbeda.
Latar Belakang Proyek: Derek jembatan balok tunggal LD, kapasitas 10 ton, bentang 7,5 m, tinggi angkat 9 m, bengkel tugas menengah.
| Barang | Derek Baru | Derek Bekas |
| Pembelian | USD 3.325 | USD 1.458 |
| Instalasi & Komisioning | 500 | 700 |
| Peningkatan Awal / Inspeksi | – | 600 |
| Perawatan & Penggantian Komponen | 800 | 2,000 |
| Total (8 tahun) | ≈ 4.625 | ≈ 4.758 |
Kesimpulan: Derek bekas jauh lebih murah di awal (~56%), tetapi total biaya selama 8 tahun hampir sama karena biaya perawatan dan penggantian komponen yang lebih tinggi. Cocok untuk proyek dengan jangka waktu yang fleksibel dan kemampuan perawatan.
| Barang | Derek Baru | Derek Bekas |
| Pembelian | USD 3.325 | USD 1.458 |
| Instalasi & Komisioning | 500 | 700 |
| Peningkatan Awal / Inspeksi | – | 600 |
| Perawatan & Penggantian Komponen | 200 | 400 |
| Total (3 tahun) | ≈ 4.025 | ≈ 3.158 |
KesimpulanUntuk penggunaan jangka pendek, derek bekas menawarkan penghematan yang signifikan (~22%). Terbaik untuk aplikasi sementara atau beban kerja rendah.
Derek gantung baru ini menawarkan tingkat transparansi teknis yang tinggi. Derek ini dirancang berdasarkan kelas tugas dan siklus kerja yang telah ditentukan, dengan perhitungan umur kelelahan yang telah diselesaikan pada tahap desain. Komponen struktural seperti balok, roda ujung, dan sambungan las memulai masa pakainya dari nol. Mekanisme pengangkatan, rem, dan perangkat keselamatan diuji di pabrik sebelum pengiriman, sehingga batas kinerja dan kondisi operasinya diketahui dengan jelas.
Derek overhead bekas tidak selalu tidak aman, tetapi tantangan utamanya terletak pada ketidakpastian penggunaan di masa lalu. Beban aktual yang ditangani, frekuensi pengangkatan, kondisi benturan, dan kualitas perawatan selama masa pakainya sebelumnya tidak dapat direkonstruksi sepenuhnya, bahkan dengan inspeksi dan pengujian. Akibatnya, evaluasi keselamatan lebih bergantung pada kedalaman inspeksi, pertimbangan teknik, dan kemampuan pembeli untuk mengelola ketidakpastian.
Dari perspektif teknik praktis:
Masa pakai derek gantung merupakan faktor kunci dalam keputusan pengadaan, terutama saat membandingkan peralatan baru dan bekas. Perbedaan utamanya bukan terletak pada apakah derek tersebut dapat beroperasi, tetapi pada berapa lama masa pakai yang tersisa.
Derek gantung baru dikirim dengan masa pakai desain penuh yang tersedia. Dalam kondisi operasi normal dan perawatan yang tepat, derek gantung pada umumnya dirancang untuk beroperasi selama 15–20 tahun atau lebih, tergantung pada kelas tugas dan frekuensi penggunaan. Hal ini membuat derek baru cocok untuk proyek jangka panjang, fasilitas permanen, dan operasi dengan permintaan produksi yang stabil atau meningkat.
Sebaliknya, derek gantung bekas pakai telah menghabiskan sebagian masa pakainya. Meskipun derek tersebut masih dalam kondisi kerja yang baik, sisa masa pakainya lebih pendek, dan sisa masa pakai ini sangat bergantung pada bagaimana derek tersebut sebelumnya digunakan, dipelihara, dan dibebani. Misalnya, derek yang sebelumnya dioperasikan dalam kondisi beban berat atau multi-shift mungkin memiliki sisa masa pakai yang jauh lebih pendek daripada derek yang digunakan secara berkala.
Derek baru biasanya dilengkapi dengan sistem dukungan pabrikan yang lengkap, termasuk gambar peralatan, spesifikasi teknis, daftar suku cadang, dan prosedur perawatan standar. Komponen utama seperti motor, gearbox, rem, dan sistem kontrol memiliki klasifikasi model yang jelas, dengan jalur yang terdefinisi dengan baik untuk perawatan, peningkatan, dan dukungan teknis.
Kemampuan layanan purna jual untuk derek bekas sangat bergantung pada sumber dan usia pembuatannya. Beberapa peralatan mungkin menghadapi kesulitan dalam memperoleh suku cadang atau dukungan teknis jika modelnya sudah tidak diproduksi lagi, sistem telah dimodifikasi beberapa kali, atau menggunakan konfigurasi yang tidak standar. Kegagalan komponen kritis apa pun dapat mengakibatkan waktu henti yang tidak terduga, yang secara langsung memengaruhi kelangsungan produksi.
Kesimpulan:
Dari perspektif teknik, pilihan antara derek baru dan bekas pada dasarnya mencerminkan strategi penggunaan dan preferensi risiko:
Keputusan pengadaan derek yang rasional harus didasarkan pada penilaian komprehensif terhadap kondisi operasional, beban kerja, persyaratan keselamatan, dan kemampuan pemeliharaan—bukan hanya berdasarkan harga. Hanya ketika peralatan tersebut sangat sesuai dengan aplikasinya, derek dapat terus memberikan nilai sepanjang siklus hidupnya.
Wechat wechat